Manifestasi hipertensi portal
Desember 27th, 2010 by renjana
Hipertensi portal didefinisikan sebagai peningkatan tekana vena porta yang menetap diatas nilai normal yaitu 6 sampai 12 cm H2O. Tanpa memandang penyakit dasarnya, mekanisme primer penyebab hipertensi portal adalah peningkatan resistensi terhadap aliran darah melalui hati. Selain itu biasanya terjadi peningkatan aliran arteria splangnikus. Kombinasi kedua faktor yaitu menurunnya aliran keluar melalui vena hepatika dan meningkatnya aliran masuk bersama sama menghasilkan beban berlebihan pada sistem portal. Pembebanan berlebihan sistem portal inimerangsang timbulnya aliran kolateral guna menghindari obstruksi hepatik (varises). Tekanan balik pada sistem portal menyebabkan splenomegali dan sebagian bertanggung jawab atas tertimbunnya asites. Read the rest of this entry »
Masing-masing komponen dari sistem pencernaan
Desember 17th, 2010 by renjana
Akhirnya bisa ngisi blog juga nih. Sorry yah buat yang suka membaca blog ini harus menunggu beberapa lama mengenai update terbaru soal kedokteran. langsung aja yah baca dibawah ini
Rongga mulut
Rongga mulut atau mulut bertanggung jawab atas asupan makanan. Hal ini dilapisi oleh mukosa oral stratified skuamosa dengan keratin yang mencakup daerah-daerah tunduk pada abrasi yang signifikan, seperti langit-langit, lidah keras dan langit-langit mulut. Pengunyahan mengacu pada kerusakan mekanis makanan dengan mengunyah dan memotong tindakan gigi. Read the rest of this entry »
LIMFEDEMA
September 7th, 2010 by renjana
DEFINISI
Limfedema adalah pembengkakan yang disebabkan oleh gangguan pengaliran getah bening
kembali ke dalam darah.
PENYEBAB
Limfedema kongenital merupakan suatu kelainan bawaan yang terjadi akibat terlalu sedikitnya
pembuluh getah bening, sehingga tidak dapat mengendalikan seluruh getah bening.
Kelainan ini hampir selalu mengenai tungkai dan jarang terjadi di lengan. Lebih sering menyerang
wanita.
Limfedema yang didapat lebih sering terjadi dibandingkan limfedema kongenital.
Biasanya merupakan akibat dari:
· Pembedahan mayor, terutama setelah pengobatan kanker dimana kelenjar getah bening
dan pembuluh getah bening diangkat atau disinari dengan sinar X. Misalnya lengan
cenderung mengalami pembengkakan setelah pengangkatan kanker payudara dan
kelenjar getah bening.
· Pembentukan jaringan parut karena infeksi berulang pada pembuluh getah bening. Tetapi
hal ini sangat jarang terjadi kecuali pada infeksi karena parasit tropis Filaria. Read the rest of this entry »
SINUSITIS
September 7th, 2010 by renjana
DEFINISI
Sinusitis adalah radang selaput permukaan sinus paranasal, sesuai dengan rongga yang terkena sinusitis dibagi menjadi sinusitis maksila, sinusitis etmoid, sinusistis frontal dan sinusitis sphenoid. Bila mengenai beberapa sinus disebut sebagai multisinusitis sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksila dan sinusitis etmoid. Read the rest of this entry »
MIGRAINE
Maret 9th, 2010 by renjana
Siang hari yang panas, lagi-lagi membuatku malas buat keluar rumah. Yang merupakan salah satu faktor pencetus sehingga mendorongku buat menulis lagi. Sekalian buat mengisi aktifitas siang. Hehehehe..
….

Migraine atau lebih kita kenal dengan sakit kepala sebelah. Yaitu merupakan Disfungsi autonomik pembuluh darah di kulit kepala mengakibatkan timbulnya nyeri kepala yang dikenal sebagai migraine. Sebenarnya mekanisme migraine belum semuanya jelas.Tetapi banyak fakta-fakta mengungkapkan bahwa prodrom dini dari migraine pasti terkait pada vasokontriksi arteri intrakranial. Gejala yang khas bagi tahap dini ini ialah timbulnya skotoma dan wajah yang pucat. Prodrom itu disusul dengan timbulnya nyeri kepala sesisi dan wajah menjadi merah. Tidak lama kemudian bisa bangkit mual dan muntah-muntah, edema selaput lendir hidung, jari-jari tangan dan kaki. Gejala-gejala tersebut dianggap sebagai manifestasi tahap vasodilatasi arteri ekstrakranial. Read the rest of this entry »
Sirosis hati sangat meningkatkan resistensi aliran darah
Maret 8th, 2010 by renjanaMalam ini aku dirumah aja, mau keluar tapi males ga da tujuan ya aku pake nulis lagi deh. Itung-itung buat ngisi blog lagi.hehehehehe.. Kali ini aku masih nulis tentang sirosis hati.
….
Jika sel-sel parenkim hati hancur, sel-sel tersebut digantikan oleh jaringan fibrosa yang akhirnya akan berkontrkasi di sekeliling pembuluh darah, sehingga sangat menghambat darah porta melalui hati. Proses penyakit ini dikenal sebagai sirosis hati. Ppenyakit ini lebih umum disebabkan oleh alkoholisme, tetapi penyakit ini juga dapat mengikuti masuknya racun seperti karbon tetraklorida, penyakit virus seperti hepatitis infeksiosa, obstruksiduktus biliaris dan proses infeksi di dalam duktus biliaris.
Sistem porta juga kadang-kadang terhambat olehsuatu gumpalan besar yang berkembang didalam vena porta atau cabang utamanya. Bila sitem porta tiba-tiba tersumbat, kembalinya darah dari usus dan limpa melalui sistem aliran darah porta hati ke sirkulasi sistemik menjadi sangat terhambat, menghasilkan hipertensi porta dan tekanan kapiler di dalam dinding usus meningkat 15 sampai 20 mm Hg diatas normal. Penderita sering meninggal dalam beberapa jam karena kehilangan cairan yang banyak dari kapiler ke dalam lumen dan dinding usus.
Tulisanku pada hari Minggu, 07 Maret 2010 masih tentang HEPATOLOGI, Sirosis hati. Dikutip dari buku ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN GUYTON & HALL.
SIROSIS HEPATIS
Maret 7th, 2010 by renjana
Siang ini aku merasa gerah banget dirumah, mau tidur ga bisa soalnya mati lampu ya akhirnya aku nyalain laptop itung-itung batrenya cukup buat nulis ya udah aku pake buat nulis aja. Selain udah lama juga ga nulis buat ngisi blogku. Kali ini aku mau membahas tentang sirosis hati yang berhubungan dengan hepatologi. Oia ini tulisan keduaku tentang sirosis hepatis (sirosis hati). Hehehehe..
…

Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan menahun pada hati, diikuti dengan proliferasi jaringan ikat, degenerasi, dan regenerasi sel-sel hati, sehingga timbul kekacauan dalam susunan parenkim hati.
Etiologi
Secara morfologi, sirosis dibagi atas jenis mikronodular (portal), makronodular (pascanekrotik) dan jenis campuran, sedang dalam klinis dikenal 3 jenis, yaitu portal, pascanekrotik, dan bilier. Penyakit-penyakit yang diduga dapat menjadi penyebab penyakit sirosis hepatis antara lain malnutrisi, alkoholisme, virus hepatitis, kegagalan jantung yang menyebabkan bendungan vena hepatika, penyakit wilson, hemokromatosis, zat toksik, dan lain-lain.
Manifestasi klinis
Gejala terjadi akibat perubahan morfologi dan lebih menggambarkan beratnya kerusakan yang terjadi daripada etiologinya. Didapatkan gejala dan tanda sebagai berikut: Read the rest of this entry »
ANEMIA
Februari 25th, 2010 by renjanaSuatu tanda bahwa hemoglobin kurang dari 12 gr%, eritrosit atau hematokrit kurang dari normal

I. DIAGNOSIS
A. Keluhan pokok
· Lemah
· Mudah kena infeksi
· Sakit kepala, pusing
· Konsentrasi kurang
· Keluhan gastrointestinal:
o Anoreksi
o Mual
o Muntah
o Diare
o Kadang meteorismus
o Glositis
· Menstruasi tidak teratur sampai amenore
· Polakisuri, nokturi (banyak kencing waktu malam Read the rest of this entry »
HATI (Hepar)
Februari 18th, 2010 by renjana
Organ yang paling besar didalam tubuh kita, warnanya coklat dan beratnya 120-300g. Letaknya dibagian atas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah diafragma. Hepar terletak di kuadran kanan atas abdomen, dibawah diafragma dan terlindungi oleh tulang rusuk (costae), sehingga dalam keadaan normal (hepar yang sehat tidak teraba). Hati menerima darah yang teroksigenasi dari arteri hepatica dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien vena porta hepatica.
1. Pembagian hati
Hati dibagi atas dua lapisan utama yaitu:
a. Permukaan atas berbentuk cembung, terletak dibawah diafragma
b. Permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transversus dan fisura longitudinal yang memisahkan belahan kanan dan kiri dibagian atas hati, selanjutnya hati dibagi menjadi 4 belahan yaitu lobus kanan, lobus kiri, lobus kaudata, dan lobus quadratus. Read the rest of this entry »
Kesulitan tidur (Insomnia)
Februari 15th, 2010 by renjana
Kesulitan tidur atau insomnia, bukan merupakan penyakit. Kondisi ini mungkin merupakan gejala dari gangguan yang mendasarinya, seperti stress, gelisah, nyeri, atau gangguan prostat. Atau mungkin kondisi ini merupakan gangguan sementara yang tidak diketahui penyebabnya. Kesulitan tidur seringkali bersifat sementara, tetapi pada beberapa orang tersebut mungkin kelainan ini berlanjut menjadi kronik. Lamanya tidur pada tiap-tiap orang bervariasi. Beberapa orang tertentu mungkin hanya perlu tidur dalam waktu singkat tetapi masih dapat beraktifitas dengan baik sepanjang hari. Sedangkan beberapa orang lainnya perlu tidur yang lebih lama. Adalah penting untuk mengetahui apakah pasien sulit untuk mulai tidur atau sulit untuk tetap tidur nyenyak. Pada umumnya lamanya tidur menjadi berkurang saat seseorang menjadi tua. Individu lanjut usia seringkali tidur lebih cepat tetapi akan bangun (terjaga) kembali sesudah beberapa jam kemudian. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan tidur antara lain yaitu nyeri, ingin buang air kecil, mendengkur, tidur terlalu awal, tidak dapat tidur sepanjang malam hingga menjelang pagi, dan kesulitan bernafas akibat gangguan penafasan atau kardiovaskuler. Read the rest of this entry »

